SELAMAT DATANG DI TAMAN KREASIKU...TEMPATKU TUANGKAN GAGASAN, PIKIRAN DAN KARYAKU... SELAMAT DATANG DI TAMAN KREASIKU...TEMPATKU TUANGKAN GAGASAN, PIKIRAN DAN KARYAKU... SELAMAT DATANG DI TAMAN KREASIKU...TEMPATKU TUANGKAN GAGASAN, PIKIRAN DAN KARYAKU... SELAMAT DATANG DI TAMAN KREASIKU...TEMPATKU TUANGKAN GAGASAN, PIKIRAN DAN KARYAKU...

Rabu, 06 Juni 2012

Kerajaan Kutai Martadipura dan Kartanegara


KERAJAAN  KUTAI




Kerajaan Kutai atau Kerajaan Kutai Martadipura (Martapura) merupakan kerajaan Hindu yang berdiri sekitar abad ke-4 Masehi di Muara Kaman, Kalimantan Timur. Kerajaan ini dibangun oleh Kudungga. Diduga ia belum menganut agama Hindu. Namun putranya, yang kelak menjadi penggantinya, Mulawarman telah menganut Hindu.
Dalam prasasti Yupa disebutkan bahwa Kudungga lah pendiri kerajaan ini, sehingga ia disebut wamsakarta. Ia memiliki 3 orang putra, salah satunya bernama Mulawarman. Mulawarman inilah raja termasyur yang pernah menyedekahkan 20.000 ekor lembu kepada para brahmana. Untuk memperingati hal itu, para brahmana mencatatnya dalam prasasti Yupa.
Pada abad ke-16, kerajaan Hindu tertua di nusantara ini takluk dari Kerajaan Kutai Kartanegara. Dalam peperangan tersebut, Raja Kutai Martadipura terakhir yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa.

 

Nama-Nama Raja Kutai

  1. Maharaja Mulawarman Nala Dewa
  2. Maharaja Sri Aswawarman
  3. Maharaja Marawijaya Warman
  4. Maharaja Gajayana Warman
  5. Maharaja Tungga Warman
  6. Maharaja Jayanaga Warman
  7. Maharaja Nalasinga Warman
  8. Maharaja Nala Parana Tungga
  9. Maharaja Gadingga Warman Dewa
  10. Maharaja Indra Warman Dewa
  11. Maharaja Sangga Warman Dewa
  12. Maharaja Singa Wargala Warman Dewa
  13. Maharaja Candrawarman
  14. Maharaja Prabu Mula Tungga Dewa
  15. Maharaja Nala Indra Dewa
  16. Maharaja Indra Mulya Warman Dewa
  17. Maharaja Sri Langka Dewa
  18. Maharaja Guna Parana Dewa
  19. Maharaja Wijaya Warman
  20. Maharaja Indra Mulya
  21. Maharaja Sri Aji Dewa
  22. Maharaja Mulia Putra
  23. Maharaja Nala Pandita
  24. Maharaja Indra Paruta
  25. Maharaja Dharma Setia

 

Referensi

Buku Salasilah Kutai terbitan Bagian Humas Pemerintah Daerah Tingkat II Kutai (1979) yang naskahnya berasal dari buku De Kroniek van Koetei karangan C.A. Mees (1935). Sementara buku C.A. Mees sendiri bersumber dari naskah kuno dalam tulisan huruf Arab karya Tuan Chatib Muhammad Tahir pada 21 Dzulhijjah 1285 Hijriah.

 

Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura


Kesultanan Kutai atau lebih lengkap disebut Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura (Martapura) merupakan kesultanan bercorak Islam yang kembali eksis di Kalimantan Timur setelah dihidupkan lagi pada tahun 2001 oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai upaya untuk melestarikan budaya dan adat Kutai Keraton.
Dihidupkannya kembali Kesultanan Kutai ditandai dengan dinobatkannya sang pewaris tahta yakni putera mahkota H. Adji Pangeran Praboe Anoem Soerya Adiningrat menjadi Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura dengan gelar H. Adji Mohamad Salehoeddin II pada tanggal 22 September 2001.

 

Sejarah

Kerajaan Kutai Kartanegara berdiri pada awal abad ke-13 di daerah yang bernama Tepian Batu atau Kutai Lama (kini menjadi sebuah desa di wilayah Kecamatan Anggana) dengan rajanya yang pertama yakni Aji Batara Agung Dewa Sakti (1300-1325).
Pada abad ke-16, Kerajaan Kutai Kartanegara dibawah pimpinan raja Aji Pangeran Sinum Panji Mendapa berhasil menaklukkan Kerajaan Kutai (atau disebut pula: Kerajaan Kutai Martadipura atau Kerajaan Kutai Martapura atau Kerajaan Mulawarman) yang terletak di Muara Kaman.
Raja Kutai Kartanegara pun kemudian menamakan kerajaannya menjadi Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura sebagai peleburan antara dua kerajaan tersebut.
Pada abad ke-17, agama Islam yang disebarkan Tuan Tunggang Parangan diterima dengan baik oleh Kerajaan Kutai Kartanegara yang saat itu dipimpin Aji Raja Mahkota Mulia Alam. Setelah beberapa puluh tahun, sebutan Raja diganti dengan sebutan Sultan. Sultan Adji Mohamad Idris (1735-1778) merupakan sultan Kutai pertama yang menggunakan nama Islami. Dan sebutan kerajaan pun berganti menjadi Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura.

Nama-Nama Raja/Sultan Kutai Kartanegara

 

No.
Masa
Nama Raja/Sultan
K e t e r a n g a n
1
*Raja pertama Kutai Kartanegara yang mendirikan kerajaannya di Kutai Lama
2

3

4

5

6
* Raja Kutai Kartanegara pertama yang memeluk agama Islam
7

8
* Raja yang menaklukkan Kerajaan Kutai Martadipura. Raja kemudian menamakan kerajaannya menjadi Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

9


10


11
*Ratu pertama yang memimpin Kerajaan Kutai Kartanegara

12


13


14


15
* Aji Kado melakukan kudeta dengan mengangkat dirinya sebagai Sultan Aji Muhammad Aliyeddin setelah Sultan Aji Muhammad Idris wafat di Wajo, Sulawesi Selatan

16
*Pewaris tahta yang sah dari Sultan Aji Muhammad Idris dan berhasil menggulingkan pemerintahan Aji Kado

17


18


19


20
*Sultan terakhir setelah pemerintahan kesultanan berakhir pada tahun 1960

21
1999 - kini
*Ditetapkan sebagai Sultan Kutai pada tahun 1999 setelah Kesultanan Kutai dihidupkan kembali. Namun upacara penobatan baru dilaksanakan pada 22 September 2001

1. Aji Batara Agung Dewa Sakti

Aji Batara Agung Dewa Sakti, merupakan pendiri, sekaligus Maharaja dari Kerajaan Kutai Kartanegara yang memerintah dari tahun 1300 hingga 1325. Ia merupakan putera dari Patinggi Jahitan-Laya.
Ia mendirikan kerajaannya di daerah yang bernama Tepian Batu atau Kutai Lama (kini menjadi sebuah desa di wilayah Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara)
Menikah pertama kali dengan Aji Putri Karang Melanu, anak dari Punggawa Besar, Patinggi dari Hulu-Dusan, dan kedua kalinya dengan Putri Junjung Buwih (menenggelamkan dirinya sendiri).
Raja meninggal pada tahun 1325, tenggelam di Sungai Mahakam.
Memiliki seorang anak yang kemudian menjadi Maharaja Kutai Kertanegara yaitu Aji Batara Agung Paduka Nira.

2. Aji Batara Agung Paduka Nira

Aji Batara Agung Paduka Nira bergelar Aji di-Dalam Taju merupakan raja dari Kerajaan Kutai Kartanegara ke-2 yang memerintah dari tahun 1325 hingga 1360. Raja menikah dengan Putri Paduka Suri, anak angkat dari Meragui, kepala wilayah Bengalon. Ia memiliki lima orang anak laki-laki dan dua anak perempuan.

Digantikan oleh:
Aji Maharaja Sultan

 

Keturunan

Anak Laki-laki
  1. Maharaja Sakti, ia memiliki keturunan
  2. Maharaja Suriya Vamsa [Sura di-Wangsa].
  3. Maharaja Indra Vamsa.
  4. Maharaja Dharma Vamsa.
  5. Aji Maharaja Sultan, Raja ke-3 Kutai Kartanegara
Anak Perempuan
  1. Raja Putri. menikah dengah Punchan Karna, dari Tunjangsa. Ia memiliki anak
    • Aji Sri Gambira, yang memiliki anak:
      • Aji Permata Alam. Ia memiliki seorang anak laki-laki dan seorang perempuan, termasuk:
        • Radin Bungsu yang menikah dengan Aji Radin Vijaya [Radin Putra], anak termuda dari Aji Pangeran Tumenggung Bayabaya, Raja ke-5 Kutai Kartanegara. Ia memiliki dua putera.
  2. Deva Putri.

3. Aji Maharaja Sultan

Aji Maharaja Sultan, Maharaja Kutai Kartanegara ke-3 yang memerintah dari tahun 1360 sampai 1420.
Ia anak termuda dari Aji Batara Agung Paduka Nira [gelar Aji di-Dalam Taju], Raja Kutai Kartanegara. dan memiliki seorang putera yaitu :

Digantikan oleh:
Aji Raja Mandarsyah

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar